Mahasiswa sebagai penerus perjuangan reformasi dan tonggak perubahan bangsa tak lepas dari yang namanya idealisme pemikiran yang selalu ingin berbuat untuk membela yang benar dan selalu memposisikan diri untuk selalu berguna bagi rakyat kecil, dalam pemahaman, mahasiswa adalah tingkat paling tertinggi dalam kasta pendidikan, sehingga wajar saja kalau mahasiswa sering disebut sebagai intelektual muda yang berambisi, kuat, tegar sekaligus memiliki hati yang memikirkan sesamanya (rakyat).
Berbagai macam organisasi dalam kampus muncul sebagai bentuk aplikasi dari sebuah gagasan kolektif yang dibangun untuk kepentingan bersama, organisasi-organisasi tersebut bermacam-macam sesuai dengan bidang yang di kelolanya. Dalam kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas, saya ambil contoh organisasi dalam fakultas yaitu BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) sebagai Koordinator sekaligus organisasi mahasiswa tertinggi fakultas, bertugas sebagai sarana untuk kegiatan dan kendaraan bagi aplikasi pemikiran mahasiswa. Selain BEM ada PMII, KAMMI dan Organisasi Kontroversial HMI.
Namun apakah organisasi-organisasi ini di kelola secara benar oleh mahasiswa dan apakah idealisme mahasiswa itu tak pernah berubah karena suatu kondisi tertentu dalam menjalankan organisasi yang di pimpin atau di kelolanya ?, berbagai masalah muncul akibat dari suatu kondisi yang membuat idealisme mahasiswa ini berubah dan organisasi yang dijalankannya bisa dijadikan alat atau legalitas tertentu demi kepentingan diri sendiri. Maka dari itu Intelektualitas dan idealisme mahasiswa harus di pertimbangkan.
22 Februari, 2009
Kejujuran Mahasiswa Dalam Organisasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar